Tampilkan postingan dengan label Luar Angkasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Luar Angkasa. Tampilkan semua postingan

Agenda Hujan Meteor 2012


Bagi pencinta fenomena angkasa, tentu selalu menantikan datangnya hujan meteor. Peristiwa ini memang terjadi setiap tahun. Namun ada baiknya Anda mengantongi kalender hujan meteor untuk tahun 2012.

Hujan meteor yang ditampilkan adalah yang memiliki kemungkinan bisa dilihat di langit dengan jumlah meteor yang dihasilkan 10 atau lebih per jam. Nah, catat baik-baik tanggal puncak terjadinya hujan meteor.

1. Hujan meteor Quadrantids puncaknya terjadi pada 4 Januari. Jumlah meteor yang bisa disaksikan per jamnya adalah 120.

2. Hujan meteor Lirids puncaknya terjadi pada 22 April. Jumlah meteor yang bisa disaksikan adalah 20 per jam.

3. Hujan meteor Pi-Puppids puncaknya terjadi pada 23 April. Jumlah meteor yang dihasilkan bervariasi.

4. Hujan meteor Eta Aquarids puncaknya terjadi pada 6 Juni. Jumlah meteor yang dihasilkan 60 per jam.

5. Hujan meteor June Bootids puncaknya terjadi pada 27 Juni. Jumlah meteor yang dihasilkan bervariasi.

6. Hujan meteor S Delta Aquarids puncaknya terjadi pada 29 Juli. Jumlah meteor yang dihasilkan 20 per jam.

7. Hujan meteor Perseids puncaknya terjadi pada 12 Agustus. Jumlah meteor yang dihasilkan 90 per jam.

8. Hujan meteor Aurigids puncaknya terjadi pada 1 September. Jumlah meteor yang dihasilkan bervariasi.

9. Hujan meteor Draconids puncaknya terjadi pada 8 Oktober. Jumlah meteor yang dihasilkan bervariasi.

10. Hujan meteor Orionids puncaknya terjadi pada 21 Oktober. Jumlah meteor yang dihasilkan adalah 20 per jam.

11. Hujan meteor S Taurids puncaknya terjadi pada 5 November. Jumlah meteor yang dihasilkan 10 per jam.

12. Hujan Meteor N Taurids puncaknya terjadi pada 12 November. Jumlah meteor yang dihasilkan 15 per jam.

13. Hujan meteor Leonids puncaknya terjadi pada 17 November. Jumlah meteor yang dihasilkan 20 per jam.

14. Hujan meteor Alpha-Monocerotids puncaknya terjadi pada 21 November. Jumlah meteor yang dihasilkan bervariasi.

15. Hujan meteor Dec Phoenicids puncaknya terjadi pada 6 Desember. Jumlah meteor yang dihasilkan bervariasi.

16. Hujan meteor Puppid/Velid puncaknya terjadi pada 6 Desember. Jumlah meteor yang dihasilkan 10 per jam.

17. Hujan meteor Geminid puncaknya terjadi pada 14 Desember. Jumlah meteor yang dihasilkan 120 per jam.

18. Hujan meteor Ursids puncaknya terjadi pada 22 Desember. Jumlah meteor yang dihasilkan 10 per jam.

Sumber: kf

Tag: hujan meteor 2012, hujan meteor, badai matahari, asteroid, asteroid 2012

Mengapa Bulan Terlihat Berwarna Merah Saat Terjadi Gerhana?

Pada dinihari tanggal 16 juni 2011 waktu Indonesia setempat terjadi gerhana Bulan dengan durasi sekitar 1 jam 40 menit. Yang menarik ketika terjadi puncak gerhana, Bulan terlihat sangat merah. Apa yang menyebabkan Bulan terlihat berwarna merah? Adakah alien yang menyebar bubuk gincu merah di langit Bulan? :p


Alasannya berasal dari udara yang kita hirup. Jika Bumi tidak memiliki udara, maka pada saat terjadi gerhana Bulan, bayangan Bumi pada Bulan akan muncul berwarna hitam. Terdapatnya udara di Bumi menyebabkan  sinar Matahari dapat menyaring melalui atmosfer Bumi ke bayangan di bulan. Hal inilah yang menyebabkan Bulan tampak merah saat gerhana total.


Tetapi warna yang ditampilkan tidak selalu berwarna merah. Gerhana Bulan yang terjadi dapat berwarna cokelat, merah, oranye atau kuning. Warna tersebut tergantung pada kehadiran debu dan awan di atmosfer Bumi. Jika telah terjadi letusan gunung berapi besar, misalnya, bayangan di Bulan akan terlihat gelap di seluruh gerhana. Pada Desember 1992, tidak lama setelah letusan Gunung Pinatubo di Filipina, ada begitu banyak debu di atmosfer Bumi sehingga Bulan terhalang dan nyaris tidak terlihat.

Lalu bisakah kita mengetahui terlebih dahulu warna merah Bulan akan muncul selama gerhana Bulan total terjadi? Belum tentu sebelum gerhana terjadi, sebelumnya akan banyak spekulasi tentang hal ini, tetapi tidak ada yang tahu pasti seberapa merah Bulan akan muncul ketika waktu gerhana datang. Bukankah menunggu warna yang muncul pada saat gerhana terjadi adalah sebuah hal yang menyenangkan?

Dan bersyukurlah tahun ini di wilayah Indonesia dapat disaksikan 2 kali pengamatan gerhana bulan, yaitu tanggal 16 Juni 2011 dan gerhana Bulan berikutnya terjadi pada tanggal 10 Desember 2011.

Sumber dan gambar: Earthsky

Bumi Akan Memiliki Matahari Kembar Dalam Waktu Dekat

Bintang merah super besar Betelgeuse sedang bersiap mengalami supernova, dan ketika ledakan dahsyat itu terjadi, maka langit di bumi akan kelihatan begitu terang dan tampak seolah olah memiliki dua matahari di langit.

Bintang tersebut terletak di Nebula Orion, berjarak sekitar 640 tahun cahaya dari Bumi, dan merupakan salah satu bintang terang dan terbesar di lingkungan galaksi kita. Dalam istilah perbintangan, bintang tersebut diperkirakan akan meledak dalam waktu dekat. Dekat disini maksudnya adalah bintang tersebut dapat meledak kapan saja hingga jangka waktu satu juta tahun kedepan.

Tak peduli jika ledakan itu akan terjadi pada tahun 2011 atau pada tahun 1002011 (memberi 640 tahun bagi cahaya untuk mencapai Bumi), tetapi hal tersebut akan menyajikan sebuah pertunjukan cahaya spektakuler dalam sejarah keplanetan kita. Selama beberapa minggu, ledakan supernova akan begitu terangnya sehingga tampak seperti ada dua matahari di langit. Cahaya terang yang luar biasa ini akan dapat dilihat untuk jangka waktu singkat selama beberapa minggu dan kemudian selama bulan-bulan mendatang cahaya itu mulai memudar dan kemudian akhirnya akan sangat sulit untuk dilihat sama sekali. "

Bintang Betelgeuse terletak sangat jauh dari Bumi dan kecil kemungkinan menyebabkan kerusakan pada Bumi. Dengan segala macam teori dan spekulasi kiamat tentang ledakan supernova, untuk satu juta tahun ke depan, spekulasi ini dapat diabaikan.

Ledakan Betelgeuse kemungkinan akan menjadi supernova paling dramatis yang dapat di lihat dari Bumi.Walaupun bukan yang pertama, karena sejarah pernah mencatat beberapa fenomena yang disebut "bintang terang". Sebagian besar hanya tampak seperti bintang kecil di langit malam, tetapi beberapa fenomena lain yang cukup terang untuk dilihat di siang hari.

Supernova pertama yang tercatat oleh sejarah diperkirakan terjadi pada 185 CE, ketika sebuah bintang pada jarak 8.200 tahun cahaya meledak. Astronom Cina membuat catatan eksplisit dari kemunculan tiba-tiba sebuah bintang dan selanjutnya menghilang dalam beberapa bulan kemudian, Roma juga mungkin telah membuat referensi lebih samar untuk fenomena tersebut.

Dua ledakan supernova paling dramatis terjadi pada abad ke-11. Sebuah supernova di 1006, merupakan  bintang paling terang yang pernah tercatat, muncul dalam catatan Cina, Mesir, Irak, Italia, Jepang, dan Swiss. Bahkan ada beberapa pendapat bahwa sebuah lukisan batu yang di buat oleh Hohokam, sebuah suku Indian yang sekarang di sebut Arizona, merupakan pengamatan pertama yang tercatat dari supernova di Amerika. Berikut ini petroglif tersebut, yang mungkin juga mencatat kehadiran cahaya terang tak terduga di langit.



Berbagai pengamatan bahkan memungkinkan untuk menentukan apa yang spesifik dari supernova itu. Tidak ada keraguan bahwa hal tersebut menjadi suatu pemandangan yang benar-benar menyilaukan. Pada musim semi tahun 1006, orang mungkin bisa membaca naskah pada tengah malam dengan cahaya ledakan tersebut.
Supernova tahun 1054 tidak cukup dikatakan dramatis, catatan bermunculan di Cina, Jepang, Korea, Persia, dan Amerika. Para astronom mencatat bahwa ledakan tersebut bisa dilihat pada siang hari selama lebih dari tiga minggu dan tetap terlihat di langit malam selama hampir dua tahun.

Sepasang supernova pada 1572 dan 1604 secara luas dipelajari oleh dua generasi astronom legendaris, Tycho Brahe dan Johannes Kepler. Sejak itu, Bima Sakti belum punya supernova yang terlihat dari Bumi.

Bumi mungkin akan segera memiliki matahari kedua
Ada sekitar enam belas calon di galaksi kita yang akan mengalami supernova pada masa yang akan datang, dan tidak sedikit dari bintang bintang tersebut akan memiliki efek dramatis pada langit kita. Tapi bintang Betelgeuse adalah salah satu yang akan meledak dalam waktu paling dekat. Ukurannya yang besar berarti ledakannya akan sangat dramatis. Ledakan ini adalah salah satu bencana kosmik yang benar-benar ingin kita amati, karena kejadian ini amatlah sangat langka.

The Size of Universe: Its Realy BIG

This video show you how big the universe



Tumbling Boulders Leave Trails on the Moon


There's probably a great story in this image, if only someone was there to witness it as it happened! This is an image from Moon Zoo, the citizen

Klasifikasi & Klarifikasi Badai Matahari (Solar Flare)

Awal Agustus 2010 kemarin kita dihebohkan dengan adanya berita tentang ledakan yang terjadi di matahari, judul yang digunakanpun begitu dahsyat: Tsunami Matahari. Merujuk pada kata "tsunami", tentunya masyarakat Indonesia pada umumnya sedikit trauma dengan kata tersebut, walhasil selama seminggu lebih terjadi perbincangan hangat seputaran masalah ini: benarkah terjadi?bahayakah?kiamatkah?


Update Berita Tentang Tsunami Matahari

Harvard Smithsonian Center for Astrophysics merilis informasi terbaru tentang aktivitas badai matahari yang sekarang sedang mencapai bumi. Mereka memprediksi bahwa mereka akan memiliki beberapa peluang untuk mendapatkan tampilan Cahaya Utara selama dua hari berikutnya.

Ilmuwan NASA Peringatkan "Solar Tsunami" Menghantam Bumi

Menurut para ilmuwan, bumi dapat saja terkena gelombang cuaca ruang angkasa pada hari Selasa ini menyusul sebuah ledakan besar yang terjadi di matahari. Beberapa satelit telah mencatat beberapa kembang api matahari di akhir pekan ini, termasuk Solar Dynamics Observatory NASA yang menyaksikan riak gelombang kejut yang keluar.

Para astronom dari seluruh dunia menyaksikan suar besar di atas sunspot raksasa seukuran Bumi, yang terkait dengan letusan lebih besar di permukaan matahari. Ledakan ini bertujuan langsung menuju Bumi, yang kemudian mengirimkan tsunami matahari sejauh 93 juta mil melintasi ruang. Gambar dari SDO menunjuk pada gelombang kejut yang berjalan dari suar ke angkasa, New Scientist melaporkan.

Para ahli mengatakan gelombang gas penuh tenaga kemungkinan mencapai Bumi pada hari Selasa, berjuang menembus perisai magnetik alam yang melindungi Bumi. Hal ini kemungkinan memicu pemandangan spektakuler dari aurora atau cahaya utara dan selatan. Para ilmuwan memperingatkan bahwa letusan matahari yang sangat besar dapat menghancurkan satelit dan merusak jaringan energi dan komunikasi di seluruh dunia jika hal itu terjadi hari ini (selasa).

NASA baru-baru ini memperingatkan bahwa Inggris dapat menghadapi pemadaman listrik yang luas dan tanpa sinyal komunikasi untuk jangka waktu yang lama, setelah bumi terkena badai ruang angkasa. The Daily Telegraph mengungkapkan pada bulan Juni bahwa ilmuwan senior badan antariksa itu percaya bumi akan dihantam oleh energi magnetik jilatan api matahari dengan tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya setelah Matahari bangun dari sebuah tidur panjang sekitar tahun 2013.
Walaupun masih belum jelas, namun jika hal ini terjadi dapat mengakibatkan kerusakan besar pada sistem telekomunikasi diseluruh dunia. Dr Lucie Green, dari Laboratorium Ilmu Angkasa Luar Mullard, Surrey, memantau aktifitas matahari ini menggunakan teleskop mengorbit Jepang Hinode.
"Ini adalah peristiwa yang sangat langka - tidak hanya satu, tapi dua letusan hampir simultan dari lokasi berbeda pada matahari diluncurkan menuju ke Bumi.
"Letusan ini terjadi ketika struktur magnetik besar dalam atmosfer matahari kehilangan stabilitasnya dan tidak dapat lagi ditekan oleh gravitasi matahari."

Sumber: http://www.telegraph.co.uk

Tags: tsunami, solar, NASA, badai matahari, 2013, kiamat

Hujan Meteor Akhir Juli dan Awal Agustus 2010


Ada kejadian apa di penghujung bulan Juli? Ada fenomena menarik apa di bulan Agustus? Itulah beberapa pertanyaan yang terlontar dari masyarakat yang ingin tahu lebih banyak tentang fenomena alam terkait astronomi.
Di penghujung bulan Juli ada 2 hujan meteor yang sedang berlangsung dan akan berakhir pada bulan Agustus 2010. Salah satunya akan mencapai puncak di akhir Juli sedangkan hujan meteor yang satunya lagi akan mencapai puncaknya di awal Agustus.

Gerhana Bulan Parsial 26 Juni 2010

Wah masih anget ni poto, kebetulan teman saya yang baik hati bernama mas omega mengabadikan moment langka ini.
Yep gerhana bulan parsial/setengah yang baru saja terjadi.
enjoy the pic :D


Ketika Matahari Mengeluarkan Suaranya

Para ilmuwan berhasil merekam suara yang dikeluarkan oleh medan magnet diluar atmosfer matahari.
Suara tersebut terdengar seperti sebuah senar gitar yang dipetik, suara getarannya menyeramkan menurutku.

Dibawah ini cuplikan suaranya, cekidot

NASA: Is Approaching Space Object Artificial?



NASA authorities report that an unknown object approaching the Earth from deep space is almost certainly artificial in origin rather than being an asteroid. Object 2010 KQ was detected by the Catalina Sky Survey in Arizona earlier this month, and subsequently tracked by NASA's asteroid-watching service, the Near-Earth Object Program headquartered at the Jet Propulsion Laboratory in California.

Observations by astronomer S J Bus, using the NASA-sponsored Infrared Telescope Facility in Mauna Kea, Hawaii, indicate that 2010 KQ's spectral characteristics do not match any of the known asteroid types, and the object's absolute magnitude (28.9) suggests it is only a few meters in size.

The mysterious artificial object has apparently made a close pass by the Earth, coming in almost to the distance of the Moon's orbit, and is now headed away again into the interplanetary void. The object has used no propulsion during the time NASA has had it under observation. However the spacewatch experts believe that it must have moved under its own power at some point, given its position and velocity.

"The orbit of this object is very similar to that of the Earth, and one would not expect a object to remain in this type of orbit for very long," said Paul Chodas, at JPL.

The experts believe that the object must be a spacecraft, or part of one - likely to be a booster stage from an interplanetary mission of the past, now drifting back in to Earth and out again. The next visit will probably be 2036, at which time there's a small chance that 2010 KQ will crash into the atmosphere and burn up.

The NASA graphic above shows the trajectory of the near-Earth object known as 2010 KQ, which the space agency said is likely a spent rocket stage that escaped the Earth-moon system years ago, and not an asteroid.

Source : Daily Galaxy